Postingan

PDI-P dan Golkar menolak pencalonan Ridwan Kamil

Gambar
PDI-P dan Golkar berkualisi menolak pencalonan Ridwan Kamil di PilGub JaBar 2018 Indonesiameliput.blogspot.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Golkar besar kemungkinan akan menutup pintu bagi Ridwan Kamil. Sehingga dapat dipastikan jika kedua parpol besar tersebut tidak bakal menyokong Walikota Bandung tersebut untuk maju pada pertarungan di Pilgub Jawa Barat 2018. Ridwan Kamil Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya memang sempat intensif membangun dialog dengan Ridwan Kamil. Tetapi kemudian secara sepihak, pria yang akrab disapa Emil tersebut sudah memutuskan sendiri akan menjadi calon gubernur. “Karena yang bersangkutan sudah mencalonkan diri sebagai gubernur, padahal partai berdiri atas prinsip kolektivitas, tentu saja dialog buat kami tidak diperlukan lagi,” sebut Hasto di Cibubur, Jakarta, Minggu (6/8). Beberapa waktu lalu, Ridwan Kamil sudah menyatakan diri akan maju sebagai calon gubernur dengan dukungan Partai Na...

Kepala Bin Merangkup Ancaman Dan Tantangan INDONESIA

Gambar
Liputan Informasi Indonesia  -  Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan membeberkan ancaman yang tengah dihadapi Indonesia dewasa ini. Menurutnya, yang paling krusial adalah ancaman keselamatan dan keutuhan NKRI. Selain itu, masih kata mantan Wakaporli ini, ancaman akan operasi intelijen negara lain juga menjadi salah satu masalah. "Ancaman depan mata kita adalah operasi intelijen negara asing," ucap Budi di Jakarta, Kamis 14 Juli 2017 kemarin. Dalam era globaliasi ini, menurutnya, peran dan fungsi intelijen di tiap-tiap negara sangat penting. Karena itu, tantangan Indonesia semakin berat dan kompleks. "Ada upaya melemahkan Indonesia dengan black operations inteligent dan ada istilahnya operasi perang urat saraf," ujar Budi Gunawan. Ia menjelaskan, black operations intelegent adalah agen asing dan lembaga organisasi asing yang mempunyai tujuan untuk melemahkan kursi pemerintahan melalui berbagi upaya seperti kudeta. "Operasi perang urat sa...